Insantama Serang

logo_ppdb2023SIT INSANTAMA
Daftar Sekarang
DSC04264
26
Feb
’25

Khotmul Qur’an ke-11: Membuka Jalur Langit Meraih Kesuksesan

Ditulis oleh Nasuhi

Suasana haru menyelimuti prosesi acara Khotmul Qur’an. Sebanyak 27 santriwan dan santriwati Insantama Serang, angkatan ke-11, yang lulus EBTAQ dan diwisuda digelar di auditorium Al-khawarizmi Insantama Serang, Sabtu (15/2/2024). Dengan penuh khidmat dan kekhusyukan di acara Khotmul Qur’an ini. Para santri melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara berjamaah. Suasana syahdu dan penuh kebersamaan terpancar di ruang auditorium, menciptakan atmosfer yang membangkitkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

 

Orang tua santri yang hadir, tak kuasa membendung air mata, manakala anak-anak mereka yang mengenyam pendidikan di SDIT, SMPIT dan Boarding Insantama Serang, dinyatakan lulus EBTAQ (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiroaty) dan di diwisuda. Acara Khotmul Qur’an menjadi momentum yang dinantikan oleh para santri. Karena momen tersebut merupakan puncak dari perjalanan spiritual, ungkapan rasa syukur dan kebersamaan.

 

Agenda Khotmul Qur’an ini dihadiri oleh Plt. Lurah Drangong Kecamatan Taktakan Bapak Kholid,SKm.,M.Si. Ustadz Endang Sunandar selaku Ketua Yayasan Mitra Insantama. Pengurus Korcab Serang Qiroati, Ustadz H.Dede Sukardi,S.Ag dan ustadzah Nurcahaya. Ustadz M.Asfarin Fajri selaku Dirlak SIT Insantama. Kepala unit SDIT-SMPIT Insantama Serang. Mudir Boarding Insantama. Ketua Fosis SDIT-SMPIT Insantama. Para staf dan dewan guru SDIT-SMPIT Insantama serta para orang tua santri/santriwati Insantama Serang. Acara Khotmul Qur’an ini adalah untuk memotivasi santri dalam membaca dan memahami Al-Qur’an serta mengamalkannya.

Tujuan diselenggarakannya Khotmul Qur’an ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt, sebagai salah satu upaya untuk melihat dan mengukur kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an untuk tingkat dasar dan terakhir sebagai motivasi bagi santri yang belum lulus Qiroaty, serta untuk membekali santriwan-santriwati dengan pondasi spritual yang kokoh, agar tidak lupa membuka jalur langit dalam meraih kesuksesan.

Ada yang menarik dalam acara Khotmul Qur’an kali ini. Pasalnya ada 4 santri/santriwati yang lulus EBTAQ, ternyata mereka masih kelas 3 sebagai peserta paling termuda di Insantama Serang. Keempat santri tersebut diantaranya, Ananda Umar, Khaiz, Putri dan Khanza. Mereka adalah santri yang cerdas. Terlihat nampak jelas sejak kelas 1 sampai kelas 3 prestasinya, baik di akademik dan Qiroaty maupun setoran hafalan Al-Qur’an dan doa-doa hariannya, memori daya ingatnya sangat kuat.

 

Para santri membaca Al-Qur’an juz 30 bersama-sama. Dan membaca doa dari salah satu perwakilan santri yang lulus EBTAQ. Selanjutnya prosesi pemberian mahkota sebagai bentuk hadiah untuk para santri, yang diberikan kepada orang tua santri masing-masing. “Mahkota ini adalah penghargaan ananda untuk orang tua.” Ujar MC yang memandu prosesi penyerahan dan pemakaian mahkota di kepala para orang tua santriwan-santriwati dengan penuh haru dan khidmat.

Sementara itu, sambutan dari Plt. Lurah Drangong, Bapak Kholid, SKm.,MSi., memberikan apresiasi kepada SIT Insantama Serang dalam acara Khotmul Qur’an ini. Dan juga sebagai mitra kerjasama antara pemerintah dengan lembaga pendidikan harus sinergi, baik komunikasi, hubungan masyarakat, dan program kesehatan dari puskesmas Taktakan. “Saya mengapresiasi kegiatan ini (Khotmul Qur’an), semoga acaranya berjalan lancar.” Pungkasnya.

Perwakilan dari orang tua santri, Ibu Erna Sulistiawati dalam sambutannya mengatakan dengan penuh haru menyampaikan mohon maaf dan terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah yang selama ini membimbing dan mengajarkan Al-Qur’an dengan ikhlas pada anak-anak kami. Mungkin sekiranya kalau ada kesalahan dari putra-putri kami, mohon dimaafkan. Untuk anak-anak yang sholih-sholihah, kalian mau berjuang memberikan kebanggaan untuk Umi Abi nya. Bukan hanya menghafalkan Al-Qur’an, tapi melihat proses yang panjang kalian lakukan dengan penuh semangat perjuangan mencapai tahap akhir Qiroaty.

“Nasehat dari Bunda yang kalian pegang. Pertama, jangan tinggalkan sholat. Kedua, jangan pernah melewatkan membaca Al-Qur’an setiap harinya, walaupun satu ayat. Ketiga, jangan pernah lupakan orang yang berjasa pada kalian, yaitu Umi dan Abi, orang tua kalian. Dan kepada Bapak Ibu guru kalian yang memberikan ilmu pada kalian. Ridho Allah ada pada kedua orang tua.” Tuturnya dengan penuh haru dan bahagia.

Sambutan dari Direktur Pelaksana (Dirlak) SIT Insantama Serang, Ustadz M. Asfarin Fajri memberikan motivasi dan wejangan pesan moral untuk para santri yang lulus EBTAQ. Menyampaikan bahwa pembelajaran Qiroaty yang diterapkan pada anak-anak di Insantama wajib diikuti dan prosesnya panjang. Qiroaty ini kita ambil bagian dari kurikulum Insantama. Kita punya visi misi dan sekolah kita tagline nya sekolah para juara dan sekolah calon pemimpin. Acara Khotmul Qur’an ini memberikan penghargaan buat anak-anak kita dan juga penghargaan buat Bapak Ibu semua. “Ini adalah bagian dari ilmu atau metode yang diadopsi oleh Insantama. Alhamdulillah tahun ini ada kenaikan dari tahun kemarin. Sekarang tahun ini ada 27 santri yang lulus.” Ungkapnya.

Meski demikian, menurut ustadz Asfarin, guru tetap mendoakan murid-muridnya. Siapa yang harus kita hormati setelah orang tua, adalah guru-guru kita. Sabar dan ikhlas, penuh dengan kasih sayang dalam membimbing dan mengajarkan Al-Qur’an. Tawadhu pada guru itu adalah bagian agar ilmunya berkah.

“Memberikan nasehat untuk antum semua. Pertama, antum harus menjadi orang yang ikhlas, seperti seorang pendiri Qiroaty Bapak KH. Zarkasyi yang telah memberikan ilmu Qiroaty dengan ikhlas. Kedua, sabar, karena kalo tidak sabar tidak akan duduk disini. Sabar itu menjadi penting untuk mendapatkan nilai. Ini bagian dari rahmat yang diberikan oleh Allah. Semoga kita harapkan mendapatkan ridho dari Allah Swt.” Tuturnya.

Populer