Ketua Yayasan Insan Cendekia Bogor (Insantama Pusat), Ustadz H.M. Ismail Yusanto,MM., menegaskan bahwa pendidikan anak adalah investasi paling berharga bagi orang tuanya. “Mendidik anak butuh menata pikiran, menata hati atau rasa dan menata perilaku. Dengan cara install ajaran Islam kedalam hati dan pikiran anak kita, dan pembiasaan taat pada Allah Swt. Karena pendidikan anak tujuannya untuk mewujudkan anak yang bertakwa.” Ujarnya di acara Parentama, Sabtu (24/8/2024) di Auditorium Al-khawarizmi SIT Insantama Serang.
Acara Parentama (Parenting Insantama) ini digelar selama 2 hari, Sabtu dan Ahad (24-25 Agustus). Agenda ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Mitra Insantama, ustadz Endang Rusnandar. Direktur Pelaksana (Dirlak) SIT Insantama, ustadz M. Asfarin Fajri. Sarana dan Prasarana SIT Insantama, ustadz Ayi Hardiansyah. Deputi Kepegawaian dan SDM SIT Insantama, ustadz Ardi Juanda, MM. Kepala Sekolah SDIT-SMPIT Insantama Serang. Mudir Insantama Boarding School (IBS). Ketua Fosis SDIT-SMPIT Insantama Serang. Orang tua siswa kelas 1&7. Seluruh staf dan dewan guru SDIT-SMPIT Insantama Serang.
Kegiatan Parentama ini dipandu oleh ustadz Jamjuri, SE., selaku MC yang sudah berpengalaman di berbagai acara kegiatan maupun talk show. Agenda ini mengusung tema, “menyiapkan generasi para juara dan calon pemimpin, sinergi sekolah dan orang tua”. Acara ini diawali pembacaan ayat suci Al-Quran, oleh siswa kelas 3 SDIT Insantama Serang, ananda Umar, Khaiz dan Ahsan. Hari pertama ini sangat meriah, dan antusias para peserta Parentama yang hadir di Auditorium ini dari pagi sampai sore. Terbukti banyak interaktif dari orang tua siswa terkait dengan pendidikan anak.
Menurut ustadz Ismail Yusanto, pendidikan yang baik itu adalah pendidikan yang mampu menyukseskan visi misi hidup manusia. Mewujudkan generasi Sholih-Sholihah adalah generasi yang kuat, bukan yang lemah. “Kuat shakshiyah Islamnya dalam pola pikir dan perilaku, kuat shaqofahnya, dan kuat akidahnya.” Ungkapnya.
Sekolah Islam terpadu Insantama ini memadukan aspek pembentukan shakshiyah Islam, penguasaan tsaqofah Islam, dan ilmu kehidupan. Sesuai dengan visi misi SIT Insantama Serang, yakni visinya mewujudkan SIT Insantama sebagai lembaga pendidikan yang bermutu tinggi dan unggul di Indonesia. Sedangkan misinya adalah menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang memadukan aspek pembentukan shakshiyah Islam, penguasaan tsaqofah Islam dan ilmu kehidupan dalam suasana pendidikan yang religius serta didukung oleh peran serta orang tua dan masyarakat.
Ustadz Ismail menambahkan bahwa pandangan tentang hakikat visi dan misi manusia akan menjadi dasar pandangan tentang pendidikan. Pandangan tentang pendidikan akan menentukan visi misi institusi. Visi misi institusi akan menentukan kurikulum dan proses pendidikan. Kurikulum dan proses pendidikan pada akhirnya akan menentukan kompetensi dan karakter lulusan yang dihasilkan.
“Karena anak adalah amanah dan aset dunia akhirat. Maka wajib kita melakukan segala upaya untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak kita. Keshalihan orang tua berpengaruh besar pada jiwa anak, mereka dapat membangun ketakwaan bersama. Selain mendidik, untuk melindungi keturunan dari godaan setan. Orang tua harus banyak berdoa dan beramal sholih.” Imbuhnya.
Lebih lanjut, ustadz Ismail mendeskripsikan terkait membangun keluarga samara adalah ada enam kebahagiaan keluarga samara, antara lain kebahagiaan material, kebahagiaan moral, kebahagiaan intelektual, kebahagiaan spiritual, kebahagiaan biologis dan kebahagiaan ideologis. “Keluarga samara adalah keluarga yang penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan yang di bentuk atas dasar iman dengan tujuan masuk surga bersama-sama guna melahirkan anak yang sholih-sholihah, calon pemimpin Ansharullah.” Tuturnya.
Sementara itu, terkait Parentama ini menurut ustadz Asfarin Fajri, dengan digelarnya Parentama ini menjadi agenda yang harus di ikuti oleh semua. “Karena Parentama adalah pintu pertama silaturahmi untuk mensinergikan antara sekolah dan orang tua siswa. Semoga parentama ini mendapatkan kemanfaatan ilmu, kemanfaatan untuk kita semua dan menjadi ilmu yang berkah.” Harapnya.