Insantama Serang

logo_ppdb2023SIT INSANTAMA
Daftar Sekarang
DSC_0100
07
May
’24

Peswis (Pesantren Wisuda) Pertama di Insantama Serang

Ditulis oleh Nurhasanah

Alhamdulillah, tahun ini Insantama Serang dapat melakukan agenda Peswis atau Pesantren wisuda untuk siswa-siswi kelas 6 pertama kalinya. Peswis dilakukan pada tanggal 07 Mei s/d 08 Mei 2024, dengan tema Menjadi Juara Sejati Generasi Ansharullah. Kegiatan Peswis dikemas dengan menarik dan penuh makna, kegiatan ini dibuka oleh Bapak Budi Hendrawan, S.Sos, S.Pd selaku Kepala SDIT Insantama Serang. Tidak hanya membuka kegiatan, beliaupun memberikan nasehat kepada para peserta Peswis tahun 2024 tentang bagaimana menjadi juara sejati generasi Ansharullah.

Tujuan kegiatan Peswis ini adalah memberikan bekal kepada alumni agar tetap istiqomah dan tetap teguh menjadi juara sejati yang tidak hanya juara di akademik saja, namun juga menjadi seorang juara yang selalu menolong agama Allah. Peswis yang diadakan perdana ini, pesertanya tidak hanya siswa-siswi kelas 6 dari SDIT Insantama Serang saja, saudara kita dari SDIT Insantama Rangkaspun ikut hadir dalam kegiatan Peswis ini.

 

Keseruan Peswis dilanjutkan dengan kegiatan outbound pada sore harinya, yang dikomandoi oleh Pak Jamjuri atau sapaan akrabnya adalah Pak Jems. Kegiatan outbound yang dirancang oleh Pak Jems adalah untuk mengasah kekompakan, kekritisan dan juga semangat pantang menyerah dari peserta Peswis. Dimana ketika berhasil melakukan misi-misi disetiap posnya, peserta akan merima huruf-huruf yang akan disusun dan menjadi sebuah kalimat yaitu “Stronge Generation and Champions”. Kalimat ini merupakan doa dan juga nama dari Angkatan 2013 yang diharapkan selalu menjadi generasi yang kuat dalam menghadapi segala cobaan dalam menuntut ilmu dan juga selalu menjadi juara serta unggul dimanapun tempatnya.

Tidak hanya outbound, kegiatan seru lainnya dari Peswis ini pada malam hari yaitu api unggun dengan ngobrol seru bareng alumni yaitu Kak Ridwan yang merupakan alumni Angkatan pertama SDIT Insantama Serang. Setelah ngobrol seru dengan alumni, guru-guru yang hadir pada Peswis yaitu Pak Irwan, Pak Budi, Pak Irvan, Pak Hawasi, Pak Nurul, Bu Ijah, Bu Neni, Bu Nurha dan juga guru dari Insatama Rangkasbitung yaitu Bu Muna dan Pak Andri memberikan nasehat atau wejangan kepada peserta Peswis. Suasana haru menyelimuti, mengingat kenangan-kenangan selama 6 tahun yang sudah dilalui bersama di Insantama. Air mata peserta tidak bisa dibendung lagi ketika para guru menampilkan lagu yang berisikan pesan betapa sayang dan cintanya guru-guru Insantama kepada peserta peswis. Peserta berhamburan berpelukan kepada guru-guru dan saling memberikan ucapan terimakasih dan permohonan maaf.

Malam semakin larut namun kegiatan peswis ini justru semakin seru dengan makan bakso cuanki bersama sambil duduk mengelilingi api unggun. Guru dan peserta saling bercengkrama satu sama lain menikmati hangatnya suhu dari api yang membakar kayu. Tepat pukul 22.00 peserta diarahkan untuk persiapan tidur dan Ikhwan masuk ke tenda untuk tidur sedangkan akhwat masuk kedalam aula SMPIT Insantama.

Pada pukul 03.15, peserta peswis dibangunkan dan ditutup matanya menggunakan kain hitam. Acara selanjutnya adalah Malam Renungan dimana peserta diajak melakukan renungan dengan membawa lilin sebagai penerangan ditengah kegelapan malam. Peserta diberikan secarik kertas yang isinya merupakan sebuah renungan kehidupan yang mengingatkan peserta akan perjuangan orangtua dan kasih sayang yang telah diberikan. Lalu dilanjutkan dengan melakukan sholat tahajud bersama dan sholat subuh bersama serta Kultum dari peserta Peswis Ikhwan.

Pada pukul 05.30 peserta peswis melakukan olahraga pagi dan dilanjutkan dengan bersih-bersih serta persiapan untuk sarapan pagi. Acara masih belum usai, karena peserta peswis akan melaukan foto bersama dan juga unjuk diri dengan menampilkan puisi dan juga kabaret yang telah dipersiapkan beberapa hari sebelum peswis dilakukan. Namun Kegiatan Peswis tidak selesai begitu saja, peserta peswis kembali dibekali nasehat dari Ibu Ketua Fosis yaitu Ibu Hayatun Thayyibah, S.Pd, MM atau Umi Sabrina sapaan akrabnya. Beliau memberikan motivasi kepada peserta peswis bagaimana menjadi seseorang yang mampu melakukan Leadership. “Seorang mukmin adalah pemimpin untuk dirinya sendiri. Jika saat ini antum belum mampu memimpin, minimalnya antum bisa memimpin diri antum sendiri, memilih pergaulan dan tindakan mana yang baik serta pantas dilakukan”. Sahut Umi Sabrina.

Setelah mendapatkan materi yang sangat keren dari Ibu Ketua Fosis, peserta peswis melakukan pembacaan ikrar dan tanda tangan ikrar. Sebagai bentuk komitmen peserta peswis agar selalu tetap menjadi juara Ansharullah dimanapun berada. Lalu dipenghujung acara, Ustadz Asfarin selaku Direktur Pelaksana Yayasan Mitra Insantama memberikan sepatah duapatah kata penutup kegiatan peswis sebelum peserta peswis dikembalikan kepada orangtuanya masing-masing. “Ketika 6 tahun yang lalu, ananda dititipkan kepada kami. Kami didik, kami bina sebaik mungkin dan berharap selama 6 tahun ini membekas dan tidak terlupakan. Dan sekarang telah usai masa pembelajaran di Tingkat Dasar ini maka kami kembalikan Ananda kepada umi dan abi agar Ananda dapat melanjutkan perjuangannya.” Ujar Direktur Pelaksana Yayasan Mitra Insantama dan Umi dari Ananda Yasmin, selaku perwakilan dari orangtua siswa secara simbolis menerima sesi penyerahan siswa didik yang sudah selesai menempuh jenjang Sekolah Dasar di SDIT Insantama.

“Terimakasih kepada bapak ibu guru yang telah berjuang dan bersabar dalam menghadapi anak-anak kami. Jazakumullah untuk Segenap pengurus Yayasan Mitra Insantama dan jajarannya, Saya mewakili para orangtua meminta maaf atas segela kekurangan dan kesalahan kami. Semoga Ilmu yang diberikan kepada anak-anak kami bermanfaat dan menjadi amal jariyah bapak ibu guru semuanya. Kami minta keridhoan dan doanya agar anak-anak tetap menjadi anak yang sholeh dan sholehah dimanapun keberadaannya.” Pungkas Umi Yasmin.

Populer