Insantama Serang

logo_ppdb2023SIT INSANTAMA
Daftar Sekarang
14
Oct
’22

Sang Pendongeng Yang Menggugah Jiwa

Ditulis oleh Siti Mumtahanah

Ada yang berbeda pada agenda literasi SDIT Insantama Serang Rabu, 5 Oktober 2022. Seperti biasa siswa antusias menggelar sajadahnya di lapangan untuk melaksanakan shalat dhuha berjamaah. Walaupun lapangan masih terlihat sedikit basah sisa hujan semalam, namun semangat siswa tidak berkurang sedikitpun. Mereka berlomba-lomba untuk menggelar sajadah di barisan paling depan.

Saat waktunya tiba mereka melaksanakan shalat dhuha dengan khusyuk di bawah naungan langit mendung yang melindungi mereka dari terik matahari. Hari-hari belakangan ini hujan sedang senang turun ke bumi membuat anak-anak ikut senang setiap kali menyambutnya.

Begitupun pagi ini seluruh siswa senang menyambut kakak pendongeng yang akan tampil ke lapangan. Mereka antusias menyambutnya dengan tepuk tangan yang sangat meriah. Siswa yang biasa nya aktif dan tidak bisa tertib, kali ini siswa sangat tertib dan duduk dengan tenang. Guru-guru pun antusias dan ikut duduk bergabung dengan siswa. Mereka sangat penasaran akan apa yang akan ditampilkan.

Benar saja pertunjukan baru dimulai, seluruh siswa langsung tertawa karena tingkah lucu Sang Pendongeng. Detik demi detik kami sangat menikmati pertunjukannya. Sampai pada saat pendongeng menunjukkan teman setia nya yaitu “Utun”, boneka monyet yang seakan bisa bicara berkat kepiawaan sang pendongeng. Anak-anak terkesima menyaksikannya, sampai terpingkal-pingkal tertawa saking lucunya.

Awalnya Sang Pendongeng menceritakan kelahiran Nabi Muhammad Saw, dan sampai pada kisah inti yaitu menceritakan sosok anak yang shalih bernama Dodo yang sudah tidak mempunyai orang tua. Ia taat dalam melaksanakan perintah Allah, selalu shalat tepat waktu dan juga seorang penghafal Qur’an.

Di awal Sang Pendongeng menceritakan dengan sangat lucu, seru dan asyik. Semua menikmati pertunjukannya, di tengah cerita kisahnya jadi sangat menegangkan karena di cerita itu Dodo menemui ajalnya dengan gaya khas pendongeng cerita itu dibawakan dengan sangat menarik, diikuti dengan musik pendukung yang membawa penonton masuk ke dalam cerita tersebut.

Sampai akhirnya pendongeng masuk ke akhir cerita yang membuat seluruh penonton terharu. Dodo masuk ke dalam syurga karena keshalihannya, namun Dodo belum menemui ayah dan bundanya. Hingga Dodo berdoa kepada Allah agar dia dipertemukan dengan orang tuanya. Semua ikut terhanyut dan teringat dengan orang tuanya. Beberapa siswa ikut menangis karena rasa terharunya. Begitupun diriku yang tak bisa menahan air mata.

Kegiatan ini sangat bermakna dan berkesan bagi semuanya. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah ini, salah satunya kita harus terus taat kepada Sang Maha Pencipta dan terus berbakti kepada kedua orang tua. Sayangi mereka selagi mereka ada. Agar kita bisa meraih surga-Nya. Aamiin.[]

Populer